La Liga ZIne

CEO Galaxy Digital Perkiraan Harga Bitcoin Sentuh Rp 1 Miliar, Kok Dapat?

Harga Bitcoin MGO55

Harga Bitcoin MGO55

CEO Galaxy Digital Perkiraan Harga Bitcoin Sentuh Rp 1 Miliar, Kok Dapat?

MGO777, Jakarta – CEO Galaxy Digital, Michael Novogratz memprediksi bitcoin capai harga pucuknya satu tahun dari saat ini, karena mengantisipasi makin bertambah atas kemungkinan Komisi Sekuritas dan Bursa AS akan menyepakati ETF Bitcoin Spot.

Bitcoin capai tingkat paling tinggi nyaris USD 69.000 atau sekitaran Rp 1 miliar (anggapan kurs Rp 15.458 per dolar AS) pada November 2021, saat sebelum turun 64 % tahun kemarin di tengah-tengah rangkaian kasus dan kemunduran industri kripto.

Menurut perkiraannya harga Bitcoin akan sentuh lagi tingkat USD 69.000 saat ETF Bitcoin Spot disepakati.

“Dapatkah kita capai titik paling tinggi di saat ini tahun depannya? Jawabnya Sudah pasti,” kata Novogratz, d ikutip dari Yahoo Finance, Senin (4/12/2023).

SEC diprediksi akan menyepakati ETF Bitcoin spot pada 10 Januari, menurut riset Bloomberg Intelligence.

Sesudah Bitcoin ETF mulai diperjualbelikan, Novogratz menjelaskan miliaran dolar akan mengucur ke ruangan ETF dalam tahun awal, bila tidak lebih. Dia memberikan contoh, ketidakjelasan tahun pemilu kedepan akan menggerakkan asset digital.

“Harga diputuskan berdasar margin, menjadi itu semua ialah uang baru,” kata Novogratz. “Kita akan menyaksikan peralihan psikologi yang cukup sukses saat pemerintahan meluluskan Anda beli Bitcoin.

Novogratz sudah lama beri pujian mengantisipasi atas adopsi institusional mata uang kripto lewat kesepakatan SEC pada ETF Bitcoin.

Sepanjang pertemuan penghasilan kwartal ke-3 Galaxy pada November, Novogratz memprediksi Federasi Reserve akan memutuskan untuk turunkan suku bunga pada kwartal pertama tahun depannya, yang seterusnya memberikan dukungan perkembangan industri sepanjang 18 bulan di depan.

Novogratz awalnya menjelaskan ia menginginkan SEC akan menyepakati ETF Bitcoin di akhir 2023. Galaxy Digital sudah berpartner dengan Invesco dalam gagasan penyeluncuran produk seperti tersebut.

Disclaimer: Tiap keputusan investasi berada di tangan pembaca. Ketahui dan analitis saat sebelum beli dan jual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggungjawab atas keuntungan dan rugi yang muncul dari keputusan investasi.

1. Glassnode Ungkapkan ETF Bitcoin Pacu Keinginan Baru Rp 1.087 Triliun

Dikabarkan sebelumnya, berdasar laporan belakangan ini oleh perusahaan data on-chain Glassnode, ada keinginan krusial yang masih belum tercukupi dari investor untuk dana yang diperjualbelikan di bursa Bitcoin (ETF).

Glassnode MGO777 memprediksi modal baru sampai USD 70 miliar atau sama dengan Rp 1.087 triliun bisa mengucur ke pasar Bitcoin sesudah kesepakatan ETF Bitcoin spot.

Prediksi ini didasari pada anggapan 10 % uang yang sekarang ini diinvestasikan dalam ETF saham dan obligasi khusus akan berpindah ke ETF Bitcoin, bersama 5 % modal yang didistribusikan ke ETF emas.

Laporan itu memperlihatkan menyusutnya suplai Bitcoin yang ada untuk diperjualbelikan buat penuhi kekuatan kenaikan keinginan ini.

Data Glassnode memperlihatkan prosentase suplai Bitcoin yang dipunyai oleh investor periode pendek belakangan ini capai titik paling rendah dalam sekian tahun. Dalam pada itu, jumlah pemegang Bitcoin periode panjang capai angka paling tinggi selama hidup di atas 76 % pada Oktober.

“Kelangkaan Bitcoin yang siap diperjualbelikan bisa perkuat volatilitas pasar dan gerakan harga sebagai tanggapan pada masuknya modal yang didorong dengan ETF,” kata Glassnode dalam laporannya, d ikutip dari Coinmarketcap, Jumat (1/12/2023).

Regulator AS belum menyepakati ETF Bitcoin spot. Kesepakatan ini bisa meluaskan akses dan keinginan Bitcoin secara krusial dari investor lembaga.

Glassnode memiliki pendapat ETF Bitcoin spot bisa mempunyai imbas yang sesuai dengan ETF emas AS pertama kali yang dikeluarkan pada 2003. Pada dasawarsa selanjutnya, harga emas naik lebih dari 400 % di tengah-tengah keinginan investasi lebih besar.

2. Bekas Presiden Bursa Dampak New York Sebutkan Banyak Uang Akan Masuk ke dalam ETF Bitcoin

Dikabarkan sebelumnya, Bekas Presiden Bursa Dampak New York (NYSE) Tom Farley mengulas implementasi dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang menyepakati dana yang diperjualbelikan di bursa bitcoin (ETF) peningkatan kripto selanjutnya.

Hal tersebut dikatakan Farley pada sebuah interviu dengan CNBC minggu kemarin. Farley optimis, pada bitcoin karena semua regulator AS, termasuk SEC, sudah mengatakan BTC bukan sesuatu sekuritas. Bahkan juga Ketua SEC Gary Gensler sudah menjelaskan berulang-kali dalam pandangannya semua token kripto, terkecuali bitcoin, ialah sekuritas.

“Jadi mungkin ETF bitcoin akan berkembang secara cepat, yang mungkin berpengaruh baik untuk industri,” kata Farley, d ikutip dari Bitcoin.com, Kamis (30/11/2023).

Farley menambah uang banyak akan masuk banjiri industri dengan ETF bitcoin. Karenanya ETF Bitcoin jadi lebih gampang dan beberapa orang yakin pada bitcoin.

Memberi komentar kondisi pasar kripto, Farley yakin pasar bullish telah ada, dengan mengatakan peningkatan sudah diawali.

“Transisi juara akan dipercayai, taat, dan memberikan dukungan dan memberikan dukungan industri asset digital,” terang Farley.

Transisi kripto kepunyaannya, Bullish, dikeluarkan pada 2021. Ini disokong oleh beberapa investor terpenting, termasuk Peter Thiel, Alan Howard, Louis Bacon, Richard Li, Mike Novogratz, Christian Angermayer, dan bank investasi Nomura. Transisi itu belakangan ini mengakuisisi toko media kripto Coindesk dalam persetujuan tunai.

3. SEC Menunda 3 Permintaan ETF Bitcoin

Dikabarkan sebelumnya, simpatisan Bitcoin kembali harus bersabar untuk dana yang diperjualbelikan di bursa (ETF) Bitcoin harus bersabar karena Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) satu kali lagi tunda keputusan berkenaan permintaan yang terlambat.

Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (24/11/2023), periode waktu delapan hari belakangan ini untuk memperoleh kesepakatan prospektif sudah usai tanpa ada penyeluncuran ETF baru, hingga menggerakkan SEC untuk umumkan inspeksi atas permintaan itu pada tahun kedepan.

SEC sudah tunda kesepakatan untuk ETF Bitcoin spot dari Global X dan Franklin Templeton, dan program dari Hashdex awal minggu ini. Penangguhan ini sudah jadi topik yang berulang-ulang karena SEC masih tetap waspada saat menyepakati ETF Bitcoin karena kekuatiran sekitar kecurangan pasar.

Mengantisipasi pada kekuatan kesepakatan ETF Bitcoin sudah lama digenggam oleh pemerhati pasar yang yakin hal tersebut bisa menyebabkan masuknya modal dengan jumlah besar dari Wall Street ke pasar mata uang kripto.

Riset di CryptoQuant memiliki pendapat kesepakatan itu bisa memberi kenaikan MGO303 USD 1 triliun atau sama dengan Rp 15.389 triliun (anggapan kurs Rp 15.389 per dolar AS) untuk Bitcoin dan asset digital yang lain.

Walaupun ada penangguhan, riset dari Bloomberg Intelligence saat ini memprediksi kemungkinan 90 % ETF Bitcoin terima kesepakatan pada Januari 2024.

Transisi mata uang kripto Coinbase sudah mengatakan persiapannya untuk memberi respon secara cepat bila ETF Bitcoin disepakati, memperhitungkan kenaikan kestabilan dan likuiditas pasar, sama dengan yang sudah dilihat kelas asset lain seperti ETF emas.

Originally posted 2023-12-04 04:13:56.

Exit mobile version