Tersingkap Agen Penyalur Tenaga Pengasuh Anak Aghnia Punjabi, Benar-benar Besar di Indonesia

Tersingkap Agen Penyalur Tenaga Pengasuh Anak Aghnia Punjabi, Benar-benar Besar di Indonesia Laligazine.com - Figur agen penyalur tenaga pengasuh IPS sekarang diincar polisi dampak kasus anaiya anak Emy Aghnia.

Tersingkap Agen Penyalur Tenaga Pengasuh Anak Aghnia Punjabi, Benar-benar Besar di Indonesia

Laligazine.com – Figur agen penyalur tenaga pengasuh IPS sekarang diincar polisi dampak kasus anaiya anak Emy Aghnia.

Buntut kasus suster yang menyiksa anak selebgram Emy Aghnia, JAP (3), sekarang phak penyalur pengasuh diincar polisi.

Kejadian suster menyiksa anak Aghnia akhir-akhir ini tengah trending dimedia sosial.

Adapun peristiwa ini terjadi pada Kamis (28/3/2024) sekitaran jam 04.18 WIB.

Karena perlakuannya, sekarang suster dengan inisial IPS telah diputuskan sebagai terdakwa dan sanksi hukuman lima tahun penjara.

Walau demikian, dampak kasus suster menyiksa anak Emy Aghnia, sekarang penyidik Polres Malang Kota akan panggil faksi agen penyalur pengasuh itu untuk disuruh info berkaitan penindasan itu.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota menjelaskan, pemeriksaan itu untuk pastikan apa agen penyalur pengasuh itu telah penuhi kapabilitas atau memang belum.

“Kami akan panggil agen dari penyalur tenaga kerja pengasuh. Apa sudah penuhi kapabilitas atau mungkin tidak, hingga dapat menjadi bahan penilaian yang akan datang,” kata Kombes Pol Budi Hermanto saat diverifikasi pada Sabtu (30/3/3023) d ikutip dari Surya.co.id lewat TribuneSumsel.com

Adapun agen penyalur pengasuh ini awalnya disingkap oleh Aghnia.

Menurut Aghnia, figur agen penyalur pengasuh ini besar sekali di Indonesia. Bahkan juga mempunyai cabang di luar negeri.

Lantas, apa ia akan menuntut agen ini ke lajur hukum, Aghnia memberikan hal tersebut ke faksi penyidik.

“Saya berikan ke faksi berwajib, untuk tuntutan ke agennya. Karena bukan bermain-main agennya ini, besar sekali di Indonesia bahkan juga mempunyai cabang di luar negeri,” pungkasnya.

Aghnia mengharap aktor yang dari Bojonegoro, Jawa Timur ini dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

Aghnia akui sebagai seorang ibu, merasa terpukul karena ada peristiwa penindasan itu.

“Saya sebagai seorang ibu merasa terpukul. Mungkin banyak beberapa orang mempersalahkan saya, mengapa harus memakai suster dan lain-lain. Tetapi yang mengetahui kehidupan saya ialah saya sendiri, karena keperluan orang masing-masing berlainan,” terangnya saat datang dalam pertemuan jurnalis yang diadakan di Polresta Malang Kota, Sabtu (30/3/2024).

Ia mengharap, aktor bisa dijatuhi hukuman seberat-beratnya, dan tidak mau kasus ini menerpanya lagi. Karena, peristiwa sama sempat terjadi sebelumnya.

“Peristiwa yang pertama itu berbeda suster, dan saat itu anak saya usia setahun. Sempat ada kekerasan, tapi tidak saya adukan ke polisi dan saya maafkan. Tetapi untuk ini kali, saya tidak dapat dan saya adukan ke faksi yang berwajib,” jelasnya.

Aghnia mengharap aktor yang dari Bojonegoro, Jawa Timur ini dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

Aghnia akui sebagai seorang ibu, merasa terpukul karena ada peristiwa penindasan itu.

“Saya sebagai seorang ibu merasa terpukul. Mungkin banyak beberapa orang mempersalahkan saya, mengapa harus memakai suster dan lain-lain. Tetapi yang mengetahui kehidupan saya ialah saya sendiri, karena keperluan orang masing-masing berlainan,” terangnya saat datang dalam pertemuan jurnalis yang diadakan di Polresta Malang Kota, Sabtu (30/3/2024).

Ia mengharap, aktor bisa dijatuhi hukuman seberat-beratnya, dan tidak mau kasus ini menerpanya lagi. Karena, peristiwa sama sempat terjadi sebelumnya.

“Peristiwa yang pertama itu berbeda suster, dan saat itu anak saya usia setahun. Sempat ada kekerasan, tapi tidak saya adukan ke polisi dan saya maafkan. Tetapi untuk ini kali, saya tidak dapat dan saya adukan ke faksi yang berwajib,” jelasnya.

Pelaku Penyiksa Anak Aghnia Punjabi Diamankan

Polisi tangkap aktor dengan inisial IPS (27), pengasuh yang lakukan penganiayaan pada anak selebgram asal Malang, Aghnia Punjabi.

ISP diamankan pada Jumat (29/3/2024).

Waktu itu, aktor sebelumnya sempat sembunyi di tempat tinggal rumah orangtua korban, Aghnia Punjabi di Perumahan Permata Jingga.

Penangkapan IPS dilaksanakan sesudah faksi kepolisian memperoleh pengaduan lewat telephone dari orangtua korban, yaitu Emy Aghnia Punjabi.

Saat itu, Nia lagi ada di Jakarta dan merencanakan pulang ke Malang.

Diperjalanan, Nia menelepon faksi kepolisian dan menyampaikan perlakuan IPS.

Hal tersebut disingkap Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto yang benarkan penangkapan itu.

“Maka orangtua korban mengontak faksi kepolisian. Waktu itu, orangtua korban posisi di Jakarta dan perjalanan pulang ke Malang.

Petugas langsung ke TKP, untuk memeriksa secara langsung TKP dan mengamankan aktor,” ucapnya, dikutip dari Tribunejakarta.com.

Seirama, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto ungkap aktor telah diamankan.

Bahkan juga, Yudi menyebutkan I telah diputuskan jadi terdakwa.

“Untuk sekarang ini, seseorang masih juga dalam pemeriksaan Unit PPA Sat Reskrim. Esok (ini hari) kami launching,” papar Yudi.

Adapun foto aktor saat dibekuk kelihatan dari akun instagram @lambe_turah, Sabtu (30/3/2024).

IPS mendekap ketakutan saat ditangkap polisi dampak perlakuannya menyiksa anak Aghnia Punjabi sampai bonyok

Raut mukanya bahkan juga benar-benar ketakutan dan gemetaran meredam tangis sesudah ada di depan polisi.

“Alhamdulillah dari sejak awalnya kasusunya telah diatasi cepat oleh Kapolres Kota Malang @polrestamalangkotaofficial.

Tempo hari langsung juga dilaksanakan olah TKP di rumah mbaknia, posisi sis biadab ini telah di mengamankan di Polres Kota Malang dan Insha Allah ini hari bakal ada launching,” terangnya.

“Di mana mba @emyghnia mas @reinukky dari faksi keluarga akan sampaikan urutan kmrn, mudah-mudahan manusia biadab ini dapat di adili se berat”nya,” ikat upload itu.

Karena perlakuannya, terdakwa dijaring Pasal 80 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 mengenai Peralihan UU Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Pelindungan Anak dan Pasal 80 UU Nomor 35 tahun 2014 mengenai Peralihan UU Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Pelindungan Anak dengan teror lima tahun penjara.