Tidak Jadi Terima THR Lebaran, Ojol Dapat Stimulan Didalamnya Bungkusan Biskuit

Tidak Jadi Terima THR Lebaran, Ojol Dapat Stimulan Didalamnya Bungkusan Biskuit Laligazine. com,Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) blak-blakan masalah bentuk stimulan alternatif sokongan hari raya (THR) yang diberi perusahaan program ke partner sopir ojek online (ojol).

Tidak Jadi Terima THR Lebaran, Ojol Dapat Stimulan Didalamnya Bungkusan Biskuit

Laligazine.com,Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) blak-blakan masalah bentuk stimulan alternatif sokongan hari raya (THR) yang diberi perusahaan program ke partner sopir ojek online (ojol).

Direktur Jenderal Pembimbingan Jalinan Industrial dan Agunan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-JSK) Kemnaker, Cantik Anggoro Putri menjelaskan, stimulan alternatif THR keagamaan yang diberi perusahaan aplikasi tidak terus-terusan berbentuk uang.

“Sejumlah perusahaan pengantar telah memberi ucapkanlah stimulan dan keringanan untuk beberapa ojol dan pengantar, menjadi memiliki bentuk memanglah bukan uang yang bundar bulanan diterima,” kata Dirjen Cantik di pertemuan bekerja sama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Dirjen Cantik mengutarakan, bentuk stimulan yang diberi oleh perusahaan aplikasi pada partner sopir ojol biasanya berbentuk service service mobil atau motor dengan gratis. Service service gratis ini diberi sepanjang bulan ramadan berjalan.

“Contohnya, service motor mobil dengan gratis dan itu dilaksanakan sepanjang ramadan sampai sekian hari paska lebaran,” jelasnya.

Stimulan Seterusnya

Stimulan seterusnya berbentuk tambahan point yang diberikan ke partner sopir motor atau mobil mendekati jam berbuka puasa. Stimulan berbentuk tambahan point ini bisa ditukar uang kontan.

“Beberapa ojol itu akan menghasilkan uang lebih banyak daripada saat sebelum ramadan dan ini dilaksanakan s/d saat lebaran,”katanya.

Ke-3 , perusahaan aplikasi memberi stimulan berbentuk bungkusan atau hampers berbentuk sembako atau biskuit. Stimulan ini sudah diberi oleh perusahaan aplikasi ke partner sopir ojol semenjak dua tahun kemarin.

“Beberapa perusahaan itu juga memberi eh hampers semenjak dua tahun lantas hampers lebaran baik memiliki bentuk sembako, cookies, dan lain-lain menjadi komunikasi ini sebetulnya telah kami bangun semenjak dua tahun lantas,” terangnya.

Karena itu, Kemenaker bersama aplikasi terus akan menyosialisasikan beberapa bentuk stimulan alternatif THR ke partner sopir ojek online.

“Tempo hari kami memang cetuskan dalam jurnalis konferensi THR Lebaran, sebagai PR untuk kami semua di Kemnaker ialah terus memberi pembelajaran ke beberapa karyawan basis digital jika THR tidak selamanya bentuk seperti uang bulan karyawan umumnya karyawan atau ASN,” ujarnya.

Menaker: THR Lebaran untuk Ojol Itu Tidak Wajib

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan jika pemberian sokongan hari raya (THR) keagamaan 2024 untuk partner sopir ojek online (ojol) bukan kewajiban perusahaan program online.

Pengakuan ini memberi respon masalah tuntutan pemberian THR oleh beberapa sopir ojol ke perusahaan aplikasi.

“Silahkan kita maknai jika ini ialah niat baik kami memanglah tidak masuk ataulah bukan dalam kerangka kewajiban,” kata Menaker Ida di pertemuan bekerja sama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2024).

Menaker Ida Fauziyah menjelaskan, kewajiban pemberian THR oleh perusahaan cuma diterapkan untuk jalinan kerja berdasar kesepakatan kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), kesepakatan kerja waktu tertentu (PKWT), termasuk karyawan/pekerja harian lepas yang penuhi syarat sama sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ketetapan ini ditata dalam Surat Selebaran (SE) Nomor M/2/HK.04.00/III/2024 mengenai Penerapan Pemberian Sokongan Hari Raya Keagamaan Tahun 2024 Untuk Karyawan/Pekerja di Perusahaan.

Ketetapan THRBagi karyawan/pekerja yang sudah memiliki saat kerja 12 bulan dengan terus-terusan ataupun lebih, diberi THR sejumlah 1 bulan gaji.

Dan untuk karyawan/pekerja dengan saat kerja 1 bulan dengan terus-terusan tapi kurang dari 12 bulan, diberi dengan seimbang sesuai penghitungan saat kerja bulan dipisah 12 bulan dikali 1 bulan gaji.

Berkaitan, anjuran untuk perusahaan aplikasi memberi THR keagamaan adalah usaha Kemnaker untuk menolong membuat perlindungan daya membeli sopir ojek online mendekati hari raya Idulfitri. Susul, naiknya harga beragam tipe sembako menjelang perayaan lebaran.

“Tetapi, kami mengucapkan terima kasih ke beberapa teman perusahaan aplikasi sudah memberi banyak kontribusi beberapa program yang diberikan ke partnernya pada bulan Ramadan ini,” tandas Menaker.